Jakarta Selatan, 28 September 2026 – Pembicara Seminar Anti Bullying | Persoalan bullying di lingkungan pendidikan tidak cukup diselesaikan hanya dengan memberikan larangan kepada siswa. Anak perlu memahami apa itu bullying, bagaimana mengenalinya, bagaimana bersikap ketika menjadi korban maupun saksi, serta bagaimana membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman.
Kesadaran inilah yang menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi anti bullying diberikan sejak usia sekolah dasar.
Pada 28 September 2026, Imas Maslahul Islahiah, M.Pd diundang menjadi Pembicara Seminar Anti Bullying bagi para murid SDN 12 Bintaro, Jakarta Selatan.
Siapa Imas Maslahul Islahiah?
Imas Maslahul Islahiah, M.Pd merupakan praktisi pendidikan dan konsultan yang aktif dalam kegiatan seminar, parenting, pelatihan guru, pendidikan karakter, serta pengembangan peserta didik.
Di lingkungan PRIMAGO Consulting, Imas dikenal sebagai salah satu praktisi yang membawakan berbagai tema yang berkaitan dengan pendidikan, psikologi pendidikan, parenting, pengembangan karakter, dan pembelajaran yang humanis.
Profil PRIMAGO Consulting juga mencatat Imas sebagai praktisi pendidikan yang aktif dalam berbagai kegiatan pelatihan dan seminar untuk lembaga pendidikan.
Pengalamannya sebagai pendidik dan narasumber membuat pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga berusaha menghubungkan materi dengan realitas yang dihadapi anak, guru, maupun orang tua.
Mengapa Seminar Anti Bullying Penting untuk Anak Sekolah Dasar?
Bullying sering kali dianggap sebagai bagian dari dinamika pertemanan anak. Padahal, perilaku merendahkan, mengejek, mengucilkan, mengintimidasi, atau menyakiti teman secara berulang dapat memberikan dampak terhadap rasa aman dan kepercayaan diri anak.
Karena itu, pendidikan anti bullying sebaiknya tidak hanya diberikan ketika kasus sudah terjadi.
Sekolah dapat membangun pencegahan melalui pendidikan karakter dan pembiasaan budaya sekolah yang sehat.
Anak perlu belajar bahwa:
- Setiap teman memiliki hak untuk dihargai.
- Perbedaan bukan alasan untuk merendahkan orang lain.
- Bercanda memiliki batas.
- Menjadi saksi bullying bukan berarti harus ikut diam.
- Meminta bantuan kepada orang dewasa merupakan tindakan yang benar.
- Konflik dengan teman perlu diselesaikan dengan cara yang sehat.
Dengan pemahaman tersebut, edukasi anti bullying bukan sekadar mengajarkan anak untuk “jangan membully”, tetapi membantu mereka memahami empati, rasa hormat, keberanian, tanggung jawab, dan batasan dalam hubungan sosial.
Pembicara Seminar Anti Bullying Tidak Sekadar Menyampaikan Materi
Memilih Narasumber Seminar Anti Bullying membutuhkan perhatian khusus.
Anak-anak sekolah dasar memiliki karakteristik belajar yang berbeda dengan orang dewasa. Materi yang terlalu teoritis atau menggunakan bahasa yang terlalu akademis dapat membuat pesan sulit diterima.
Karena itu, pembicara perlu mampu menyesuaikan komunikasi dengan usia peserta.
Dalam konteks pendidikan, seminar anti bullying idealnya menjadi ruang untuk membantu anak:
- Mengenali perilaku bullying.
- Memahami perasaan korban.
- Mengembangkan empati kepada teman.
- Mengetahui kapan harus meminta bantuan.
- Berani mengatakan bahwa suatu tindakan tidak tepat.
- Membangun kebiasaan saling menghargai.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian dari budaya sekolah, bukan hanya kegiatan seremonial. PRIMAGO Consulting sendiri menempatkan pendidikan karakter, pelatihan guru, seminar pendidikan, dan pengembangan sekolah sebagai bagian dari fokus pendampingannya.

Anti Bullying Adalah Tanggung Jawab Bersama
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa bullying tidak hanya menjadi urusan korban dan pelaku.
Sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan pertemanan memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Guru perlu memiliki kepekaan untuk mengenali perubahan perilaku siswa. Orang tua juga perlu membangun komunikasi yang membuat anak merasa aman untuk bercerita.
Sementara itu, siswa perlu mendapatkan pemahaman bahwa menjadi teman yang baik bukan berarti selalu membela teman dalam keadaan apa pun, tetapi berani melakukan hal yang benar.
Karena itu, seminar anti bullying akan semakin kuat apabila menjadi bagian dari program yang lebih luas, seperti pendidikan karakter, penguatan budaya sekolah, pelatihan guru, parenting, dan pendampingan siswa.
Imas Maslahul Islahiah dan Penguatan Pendidikan Karakter
Kegiatan di SDN 12 Bintaro ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan karakter memiliki ruang yang sangat luas di sekolah.
Karakter tidak hanya dibentuk melalui mata pelajaran tertentu.
Karakter tumbuh melalui interaksi sehari-hari:
- bagaimana guru berbicara kepada siswa,
- bagaimana siswa memperlakukan temannya,
- bagaimana sekolah menyelesaikan konflik,
- bagaimana orang tua merespons cerita anak,
- dan bagaimana seluruh warga sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.
Imas Maslahul Islahiah sebelumnya juga aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan, termasuk seminar parenting dan penguatan karakter siswa. PRIMAGO Consulting mendokumentasikan keterlibatannya dalam kegiatan motivasi siswa SD maupun seminar pendidikan karakter.
Dengan demikian, isu bullying dapat dilihat sebagai bagian dari persoalan pendidikan yang lebih luas, yaitu bagaimana sekolah membangun budaya yang aman, berkarakter, dan menghargai setiap anak.
PRIMAGO Consulting untuk Pengembangan Sekolah dan Pendidikan Karakter
Kebutuhan sekolah terhadap program pengembangan karakter tidak berhenti pada seminar satu kali.
Sekolah dapat membutuhkan pendampingan yang lebih menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan budaya sekolah, parenting, leadership kepala sekolah, hingga program pengembangan karakter siswa.
PRIMAGO Consulting hadir sebagai konsultan pendidikan yang mendampingi sekolah, yayasan, pesantren, dan lembaga pendidikan dalam berbagai program pengembangan pendidikan.
Program dapat dikembangkan sesuai kebutuhan lembaga, termasuk:
- Seminar anti bullying.
- Seminar pendidikan karakter.
- Seminar parenting.
- Pelatihan guru.
- Workshop pendidikan.
- Character building siswa.
- Leadership training.
- Capacity building sekolah.
- Konsultasi dan pengembangan sekolah.
Pendekatan tersebut memungkinkan sekolah tidak hanya mengadakan kegiatan satu kali, tetapi menyusun program yang lebih terarah sesuai kebutuhan peserta didik dan karakter lembaganya.
Membangun Sekolah yang Aman Dimulai dari Kesadaran
Kegiatan Seminar Anti Bullying di SDN 12 Bintaro Jakarta Selatan bersama Imas Maslahul Islahiah, M.Pd menjadi salah satu contoh bagaimana edukasi tentang hubungan sosial dan karakter dapat diberikan kepada anak sejak usia sekolah dasar.
Pada akhirnya, tujuan pendidikan anti bullying bukan sekadar menciptakan anak yang tahu bahwa bullying itu salah.
Lebih jauh dari itu, sekolah ingin membentuk anak yang mampu menghargai dirinya sendiri, menghargai orang lain, memiliki empati, berani meminta pertolongan, dan mampu membangun pertemanan yang sehat.
Sebab sekolah yang baik bukan hanya tempat anak belajar mendapatkan nilai.
Sekolah juga harus menjadi tempat anak merasa aman untuk belajar, bertumbuh, bertanya, dan menjadi dirinya sendiri.
Apa itu seminar anti bullying?
Jawaban: Seminar anti bullying adalah kegiatan edukasi yang membantu siswa, guru, maupun orang tua memahami bullying, mengenali bentuk perilakunya, mengetahui dampaknya, dan memahami cara mencegah serta merespons bullying secara tepat.
Mengapa sekolah perlu mengadakan seminar anti bullying?
Jawaban: Seminar anti bullying membantu meningkatkan kesadaran warga sekolah mengenai perilaku bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, saling menghargai, dan mendukung perkembangan sosial-emosional siswa.
Siapa yang cocok menjadi pembicara seminar anti bullying?
Jawaban: Pembicara seminar anti bullying idealnya memiliki pemahaman tentang pendidikan anak, psikologi, pendidikan karakter, dan komunikasi dengan peserta didik. Narasumber juga perlu mampu menyesuaikan bahasa serta metode penyampaian dengan usia peserta.
Apakah seminar anti bullying hanya ditujukan untuk siswa?
Jawaban: Tidak. Program anti bullying akan lebih efektif jika melibatkan ekosistem pendidikan secara keseluruhan, termasuk guru, wali kelas, kepala sekolah, orang tua, dan siswa. Masing-masing memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Apa manfaat seminar anti bullying bagi siswa SD?
Jawaban: Siswa dapat belajar mengenali perilaku bullying, memahami pentingnya empati, menghargai perbedaan, mengetahui kapan harus meminta bantuan, serta memahami cara membangun hubungan pertemanan yang sehat.
Apa peran guru dalam mencegah bullying di sekolah?
Jawaban: Guru berperan dalam menciptakan budaya kelas yang aman, mengenali perubahan perilaku siswa, merespons konflik secara tepat, memberikan contoh komunikasi yang sehat, serta membangun kebiasaan saling menghormati.
Apakah PRIMAGO Consulting menyediakan pembicara seminar anti bullying?
Jawaban: PRIMAGO Consulting dapat mendukung sekolah dan lembaga pendidikan melalui program seminar, pelatihan, pendidikan karakter, parenting, dan pengembangan sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan lembaga.
Apakah seminar anti bullying bisa diselenggarakan di luar Jakarta?
Jawaban: Ya. Program seminar dan pelatihan PRIMAGO Consulting dapat dikembangkan untuk sekolah, yayasan, pesantren, dan lembaga pendidikan di berbagai wilayah Indonesia sesuai kebutuhan dan kesepakatan program.
Jika sekolah Anda sedang menghadapi persoalan bullying, membutuhkan program pendidikan karakter, atau ingin memberikan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua, PRIMAGO Consulting dapat membantu menyusun program sesuai kebutuhan lembaga.
Mulai dari seminar anti bullying, character building, parenting, pelatihan guru hingga pengembangan budaya sekolah, program dapat dirancang agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pengembangan sekolah.
Hubungi PRIMAGO Consulting:
📱 WhatsApp: 0896-8970-0046
🌐 PRIMAGO Consulting

