Narasumber Workshop Pelatihan Fun Teaching Menjadi Guru Interaktif
Instruktur Workshop Pelatihan Fun Teaching Menjadi Guru Interaktif

Imas Maslahul Islahiah Hadirkan Workshop Fun Teaching, Bekali Guru Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah PRIMAGO Menjadi Pendidik Interaktif dan Inspiratif

5/5 - (1 vote)

Melalui Pendekatan Fun Teaching, Guru Diajak Menciptakan Pembelajaran yang Aktif, Bermakna, dan Membahagiakan Santri

Workshop Pelatihan Guru Interaktif – Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi guru di era pendidikan modern. Di tengah perubahan karakter peserta didik, perkembangan teknologi, dan semakin beragamnya gaya belajar santri, guru dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang hidup, interaktif, dan menginspirasi.

Berangkat dari semangat tersebut, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah PRIMAGO menyelenggarakan Workshop Fun Teaching: Menjadi Guru yang Interaktif dan Inspiratif yang menghadirkan Imas Maslahul Islahiah, M.Pd sebagai narasumber utama. Workshop ini diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, dan berdampak bagi perkembangan santri.

Kegiatan ini tidak sekadar memberikan teori tentang metode mengajar, tetapi juga mengajak para guru mengalami langsung bagaimana pembelajaran interaktif dapat mengubah suasana kelas menjadi lebih hidup. Berbagai simulasi, permainan edukatif, diskusi, dan praktik mengajar menjadi bagian dari workshop yang berlangsung penuh antusias. Materi yang disampaikan mengacu pada strategi pembelajaran interaktif dan manajemen kelas untuk mengoptimalkan potensi santri. Workshop Pelatihan Guru Interaktif

Info Narasumber
Chat WA 0896-8970-0046


Menjawab Tantangan Pembelajaran di Era Modern

Dalam sambutannya, pihak pesantren menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, dan akhlak yang mulia.

Namun demikian, perubahan zaman membawa tantangan baru. Santri masa kini tumbuh di tengah derasnya arus informasi digital. Mereka lebih cepat bosan, lebih aktif, dan membutuhkan pengalaman belajar yang melibatkan pikiran, emosi, serta tindakan.

Kondisi inilah yang mendorong Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah PRIMAGO menghadirkan workshop yang berfokus pada peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Menurut penyelenggara, guru perlu terus memperbarui cara mengajarnya agar pembelajaran tidak hanya menjadi aktivitas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pengalaman yang membangkitkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar santri.


Mengubah Mindset Guru Melalui Konsep Fun Teaching

Mengawali sesinya, Imas Maslahul Islahiah, M.Pd mengajak seluruh peserta melakukan refleksi terhadap cara mengajar yang selama ini dilakukan.

Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran yang efektif dimulai dari perubahan cara pandang guru terhadap proses belajar.

Workshop ini memiliki lima tujuan utama, yaitu:

  • Mengubah mindset mengajar.
  • Menghidupkan suasana kelas.
  • Menggunakan strategi pembelajaran interaktif.
  • Mengelola kelas secara positif.
  • Melaksanakan asesmen yang kreatif.

Menurut beliau, guru tidak cukup hanya menjadi penyampai materi. Guru harus mampu menjadi fasilitator yang membangkitkan rasa ingin tahu, menggerakkan partisipasi, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Belajar akan menjadi lebih bermakna ketika santri terlibat secara aktif, bukan sekadar mendengarkan,” ungkapnya di hadapan para peserta workshop.


Santri Tidak Lagi Menjadi Pendengar Pasif

Salah satu pesan kuat yang disampaikan dalam workshop adalah perlunya mengubah paradigma pembelajaran.

Selama bertahun-tahun, banyak kelas masih didominasi metode ceramah.

Padahal, menurut Imas Maslahul Islahiah, pembelajaran modern menuntut keterlibatan aktif peserta didik.

Beliau menegaskan bahwa santri seharusnya:

  • Bergerak.
  • Berdiskusi.
  • Bermain.
  • Bereksperimen.
  • Mempraktikkan apa yang dipelajari.

Dengan demikian, proses belajar tidak hanya mengisi ingatan, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih mendalam. Konsep tersebut menjadi salah satu inti materi workshop.

Baca Juga :

    1. Cara Mengetahui Minat Bakat Anak Sejak Usia Dini: Panduan Islami agar Potensi Anak Tumbuh
    2. Aqiqahan Di Pesantren, Tempat Aqiqah Lebih Berkah & Lebih Bermanfaat
    3. PRIMAGO Consulting, Konsultan Pendidikan Terbaik di Indonesia
    4. PRIMAGEN.id,  Tes Sidik Jari Gali Potensi Diri Terlengkap di Indonesia
    5. Pesantren Leadership Primago, Menerima Peserta Didik dari SD
    6. Dokumen Asli Hilang, Apakah Scan Bisa Dilegalisir Notaris? Ini Penjelasan Lengkapnya
    7. Harga Sewa Billboard Jakarta 2026 Lengkap Berdasarkan Ukuran dan Lokasi
    8. Pola Asuh Anak Kinestetik dalam Islam Agar Tumbuh Cerdas, Percaya Diri, dan Berakhlak Mulia
    9. Penerbit Erlangga Bersama PRIMAGO Consulting Gelar Workshop Ruh Mudarris di Diniyyah Al-Azhar Islamic Education Centre Jambi

 

Tes Minat Bakat Untuk Murid Sekolah
Tes Minat Bakat Untuk Murid Sekolah | KLIK

Mengapa Guru Perlu Berubah?

Dalam paparannya, Imas Maslahul Islahiah menjelaskan bahwa perubahan metode mengajar bukan sekadar mengikuti tren.

Perubahan tersebut didukung oleh berbagai teori pendidikan modern.

Beliau memperkenalkan beberapa landasan ilmiah yang menjadi dasar pentingnya pembelajaran interaktif, di antaranya:

  • Capacity Theory yang menjelaskan bahwa perhatian manusia memiliki kapasitas terbatas.
  • Cognitive Load Theory yang menekankan pentingnya mengurangi beban kognitif agar proses belajar lebih efektif.
  • Attention Network Theory yang mengajarkan bagaimana membangun, mengarahkan, dan mempertahankan perhatian peserta didik.
  • Active Learning yang dikembangkan Melvin L. Silberman, yaitu konsep bahwa peserta didik belajar lebih efektif ketika mereka terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Melalui penjelasan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pembelajaran interaktif bukan sekadar permainan di kelas, melainkan pendekatan yang memiliki dasar ilmiah yang kuat.


Empat Tahapan Pembelajaran Interaktif

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai empat tahapan penting dalam pembelajaran interaktif.

1. Pembukaan yang Menggugah Perhatian

Imas menjelaskan bahwa lima menit pertama merupakan waktu yang sangat menentukan.

Guru harus mampu menarik perhatian santri melalui:

  • Artikulasi yang jelas.
  • Intonasi yang hidup.
  • Apresiasi kepada peserta didik.
  • Ice breaking.
  • Gamifikasi menggunakan media digital seperti Wordwall dan ZepQuiz.

Salah satu permainan yang dipraktikkan adalah Simon Says, yang membuat suasana workshop menjadi lebih hidup sekaligus menunjukkan bagaimana aktivitas sederhana dapat meningkatkan fokus peserta didik.


2. Eksplorasi: Santri Menjadi Pelaku Pembelajaran

Pada tahap eksplorasi, guru didorong untuk memberikan kesempatan kepada santri agar belajar melalui pengalaman.

Beberapa strategi yang diperkenalkan antara lain:

  • Think Pair Share.
  • Mini project.
  • Demonstrasi.
  • Role play.
  • Eksperimen.
  • Belajar di luar kelas.

Menurut Imas, ketika santri aktif melakukan sesuatu, mereka akan lebih mudah memahami konsep dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan guru.


3. Assessment yang Kreatif

Penilaian juga menjadi bagian penting yang dibahas dalam workshop.

Beliau menekankan bahwa asesmen bukan sekadar mencari nilai, tetapi menjadi alat untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik.

Untuk membuat proses evaluasi lebih menarik, Imas memperkenalkan berbagai bentuk asesmen kreatif seperti:

  • Ular Tangga Edukatif.
  • Ranking 1.
  • True or False dengan bergerak.
  • Kuis berantai.
  • Quizizz.
  • Permainan edukatif lainnya.

Pendekatan ini membuat evaluasi menjadi aktivitas yang dinantikan oleh peserta didik, bukan sesuatu yang menegangkan.


4. Refleksi Sebagai Penutup Pembelajaran

Tahapan terakhir adalah refleksi.

Menurut Imas, pembelajaran akan lebih bermakna ketika santri memiliki kesempatan untuk merenungkan apa yang telah dipelajari.

Beberapa metode refleksi yang diperkenalkan meliputi:

  • Jurnal belajar.
  • Mind mapping.
  • Menggambar.
  • Emoji refleksi.
  • Exit ticket dengan pertanyaan sederhana seperti:
    • Hari ini saya belajar…
    • Yang belum saya pahami…
    • Yang akan saya praktikkan…

Workshop yang Sarat Praktik

Yang membuat workshop ini berbeda adalah pendekatan praktik yang mendominasi kegiatan.

Peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga langsung mencoba berbagai teknik pembelajaran interaktif.

Suasana kelas berubah menjadi lebih hidup.

Guru saling berdiskusi, bergerak, melakukan simulasi, hingga mencoba berbagai permainan edukatif yang dapat diterapkan di kelas masing-masing.

Banyak peserta mengaku mendapatkan inspirasi baru mengenai bagaimana membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan tanpa harus mengurangi kualitas materi.


Pengalaman Hampir Tiga Dekade Mengajar Menjadi Nilai Tambah

Salah satu kekuatan workshop ini adalah pengalaman panjang yang dimiliki oleh narasumber.

Imas Maslahul Islahiah, M.Pd telah berpengalaman mengajar Bahasa Jerman selama hampir 30 tahun di berbagai SMK Negeri di Jakarta dan Depok.

Selain aktif sebagai pendidik, beliau juga dikenal sebagai narasumber seminar parenting dan workshop Fun Teaching di berbagai sekolah dan lembaga pendidikan.

Pengalaman panjang tersebut membuat materi yang disampaikan tidak hanya kaya teori, tetapi juga dipenuhi contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan guru sehari-hari.


Membangun Pembelajaran yang Menyentuh Pikiran dan Hati

Menjelang akhir sesi, Imas Maslahul Islahiah menutup workshop dengan sebuah kalimat yang menjadi refleksi mendalam bagi seluruh peserta.

“Mengajar adalah seni menyentuh pikiran, menggerakkan hati, dan mengoptimalkan potensi yang Allah titipkan pada setiap santri.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan guru tidak hanya diukur dari selesainya materi pelajaran, tetapi dari sejauh mana proses belajar mampu membentuk karakter, membangkitkan semangat, dan mengembangkan potensi setiap peserta didik.


Komitmen Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah PRIMAGO

Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah PRIMAGO dalam meningkatkan kualitas guru secara berkelanjutan.

Pesantren meyakini bahwa guru yang terus belajar akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif, membangun budaya sekolah yang positif, serta melahirkan santri yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu, karakter, dan kepemimpinan.

Melalui kegiatan seperti ini, para guru diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.


Penutup

Workshop Fun Teaching: Menjadi Guru yang Interaktif dan Inspiratif yang dibawakan oleh Imas Maslahul Islahiah, M.Pd tidak hanya memberikan wawasan baru tentang strategi pembelajaran interaktif, tetapi juga mengajak para guru melakukan refleksi terhadap peran mereka sebagai pendidik.

Dengan memadukan teori pendidikan modern, praktik langsung, manajemen kelas positif, dan asesmen kreatif, workshop ini menjadi bekal berharga bagi guru dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup dan bermakna.

Di tengah perubahan dunia pendidikan, guru yang mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus berkualitas akan menjadi kunci lahirnya generasi yang unggul, kreatif, dan berkarakter.

Butuh Narasumber Workshop Pelatihan Guru Interaktif?

Jika sekolah, yayasan, pesantren, atau lembaga pendidikan Anda ingin menghadirkan workshop Fun Teaching, pelatihan guru interaktif, seminar parenting, pendidikan karakter, maupun program pengembangan guru profesional, hubungi PRIMAGO Consulting.

Info Narasumber
Chat WA 0896-8970-0046

Bersama PRIMAGO Consulting, mari menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, inspiratif, dan berdampak bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Pembicara Workshop Pelatihan Fun Teaching Menjadi Guru Interaktif
Narasumber Workshop Pelatihan Fun Teaching Menjadi Guru Interaktif

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *