Pesantren Efektif: Pesantren Leadership Primago Terapkan Gaya Kepemimpinan Partisipatif

Pesantren Efektif: Pesantren Leadership Primago Terapkan Gaya Kepemimpinan Partisipatif

4.2/5 - (5 votes)

Depok – Pendidikan berperan krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu mengatasi berbagai macam problematika social.

Selama beberapa dekade, pakar keilmuan organisasi memfokuskan penelitiannya pada praktik gaya kepemimpinan (Avolio, 1999; Fiedler, 1964; Prasetyo, 2021; Yukl, 2009). Dalam kasus ini, seorang pemimpin yang menyadari potensinya mengikuti gaya tertentu membawa konsekuensi yang berpengaruh dalam kinerja organisasi sehingga berdampak pada pencapaian tujuan organisasi. Efektivitas pesantren sebagai fasilitator pendidikan sangat ditentukan oleh peran kepemimpinan sebagai aspek fundamental juga faktor sistem dan kebijakan. Masalah kepemimpinan merupakan sebuah kajian yang selalu menarik dan tiada habis untuk diteliti, karena kepemimpinan merupakan jantung organisasi yang menentukan sejauhmana organisasi mencapai tujuan yang ditetapkan (Yadav & Dixit, 2017).

Modernisasi pesantrendilakukan secara menyeluruh. Kepemimpinan sebagai aspek primer, tidak lagi bersifat tunggal melainkan dilakukan secara kolektif dan korektif (Douglas et al., 2022). Pola tersebut menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang modern dan visioner. Semangat keberasamaan antar individu organisasi dalam meningkatkan kompetensi menjadi sangat efektif dalam bingkai organisasi pembelajaran sehingga pengembangan organisasi berjalan efektif dan efisien (Tosh & Doss, 2019).

Pimpinan sebagai sentral figure masyarakat pesantren juga penentu kebijakan pendidikan dan arah pesantren.

Maka, tidak heran bila Pimpinan sebagai pengampu kebijakan tertinggi di pesantren dituntut untuk menjawab keraguan atas pelaksanaan pendidikan yang dilaksanakan. Pada prinsipnya, proses pendidikan menjadi kunci untuk keberhasilan dan membutuhkan tata layanan yang berkualitas. Untuk itu, pimpinan dituntut memiliki serangkaian kompetensi dalam mewujudkan kepemimpinan yang efektif (H. Mukhtar, 2020).

Gaya kepemimpinan partisipatif secara operasional bertumpu pada beberapa aspek kewewenangan, memiliki kapasitas Pengambilan keputusan dan memiliki kemauan kerja yang tinggi.

Para pakar mengungkapkan beberapa karakteristik gaya kepemimpinan partisipatif yaitu (1) pimpinan mampu berkomunikasi dua arah; (2) pimpinan mampu secara aktif mendengar dan respon segenap kesukaran yang dialami bawahan; (3) pimpinan mampu mendorong bawahan untuk menggunakan kemampuan operasional; (4) pimpinan secara transparan melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan; (5) pimpinan mampu mendorong bawahan untuk berpartisipasi; dan (6) tingkat kematangan bawahan dari sedang ke tinggi.

Karakteristik inilah yang menjadi ciri-ciri dari kepemimpinan partisipatif dalam setiap perkumpulannya di organisasi profit maupun nonprofit serta merta bergerak dan berjalan secara mekanis tanpa ada pola atauusaha pengembangan dengan model tertentu (Prasetyo, 2021 2021; Rumsey, 2013; Yukl, 2007)

2016).Model kepemimpinan partisipatif menunjukkan indicator sebagai berikut: seorang pemimpinan memahami dirinya sendiri (selfacknowledgement); seorang pemimpin mampu berfikir efektif (open minded), berfikir sistem dantidakkonservatif; pemimpin memiliki rasa ingin tahu terhadap dinamika organisasi yang terjadi; pemimpin berani mengambil resiko (risk taker dan curious); kosentrasi menyeluruh dalam arti seorang pemimpin mempunyai ketahanan diri dan mempunyai ketulusan untuk melakukan perubahan.

Dimensional kepemimpinan partisipatif Kyai di pesantren Leadership Daarut Tarqiyah dilihat dalam tataran praktis manajemen pendidikan yaitu partisipasi pimpinan dalam hal (a) ide konsultasi, yaitu proses pengambilan keputusan oleh pimpinan dengan menanyakan opini dan gagasan bawahan terlebih dahulu; (b) keputusan demokratis bersama, yaitu Kyai secara musyawarah bersama asatidz mengambil sebuah kebijakan; dan (c) pola pendelegasian, dimana seorang Kyai memberikan kepercayaan dalam bentuk pelimpahan tanggung jawab kepada para guru secra personal maupun kelompok dalam pengambilan keputusan.

1-12Pondasi dari kepemimpinan Kyai yang efektif adalah memikirkan visi dan misi pesantren, mendefinisikan, dan menegakkannya secara konkrit -jelas dan nyata-. Pemimpin menetapkan tujuan, menentukan prioritas, serta menetapkan dan memonitor standar pelaksanaan pendidikan pesantren. Apabila masyarakat pesantren memiliki tujuan yang sama makan konflik sectoral dapat diminimalisir. Melalui gaya kepemimpinan Partisipatif, dengan kemampuan Kyai mampu mempengaruhi masyarakat organisasi untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan orang-orang lain agar mereka mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Kepemimpinan partisipatif mampu merubah budaya dan lingkungan pesantren. Kondisi awal pesantren SDM kurang disiplin, sarpras kurang terpelihara, terkesan kumuh. Gedung dan fasilitasnya rusak saat ini berubah.

Dalam mengelola pesantren Pimpinan dapat menggunakan filosofi pohon rindang. Pohon yang rindang akan banyak memberikan manfaat, selain dapat dijadikan tempat berteduh ketika hujanatau panas juga mampu menghasilkan buah yang siapa saja akan merasakan manfaat dari pohon tersebut.

Filosofi ini berimplikasi pada pola hubungan interpersonal berdasarkan keinginan Bersama dan untuk mencapai tujuan bersama. Memiliki akar yang kuat berarti semakin konsisten penerapan gaya kepemimpinan partisipatif. Memastikan tumbuh menjulang berarti memanfaatkan potensi mencapai prestasi yang baik, kebersihan sebagian dari iman, Akhirnya, memiliki daun rindang dan buah yang banyak menjadikan keunggulan pesantren agar dapat menginspirasi pemutus syndrom pesantren tempat kumuh, kotor dan tidak sehat. Sehingga mampu merubah paradigma masyarakat bahwa pesantren tempat yang sangat representatif untuk menuntut ilmu. Layaknya sebuah pohon yang hidup, pesantren sebagai sebuah organisasi harus diperhatikan secara maksimal, hal ini ditunjukkan oleh keberadaan Kyai di Pesantren, beliau berdomisili di pesantren 24 jam sehingga mengetahui dinamika yang terjadi di pesantren dari suka maupun duka.

Filosofi pohon rindang menunjukkan bahwa pohon itu harus memiliki akar yang kuat agar tidak mudah rubuh dan goyah, konsistensi pelaksanaan.

Selanjutnya pohon tersebut harus memastikan untuk dapat terus tumbuh menjulang dan memastikan bahwa daunnya rindang serta berbuah lebat untuk memberikan kebermanfaatanhasil dari proses yang berkelanjutan.

Perilaku kepemimpinan parisipatif ditentukan oleh beberapa faktor determinan sehingga mampu merubah nilai social menjadi energi nyata, yaitu tindakan dan peran seorang pemimpin yang bersifat multidimensional untuk mempengaruhi tindakan setiap individu; dan memberikan peluang bagi bawahan untuk berkembang, dengan hasil musyawarah atas dasar pertimbangan potensi dalam setiap individu.

Aktualisasi tindakan yang menjadi perilaku uswah seorang Kyai dilakukan dengan cara memberikan penghargaan terhadap bawahan, memperhatikan kesejahteraan guru dan mendorong rasa percaya diri pada bawahannya dalam wujud pendelegasian wewenang dalam kesempatan formal atau informal.

Pimpinan pesantren mengembangkan gaya kepemimpinan partisipatif mencangkup berbagai aspek pengembangan yaitu (1) tata kelola pesantren, pimpinan berhasil menciptakan sistem tata kelola yang kondusif terbukti masyarakat pesantren memiliki visi yang selaras dengan tujuan pesantren; (2) manajemen kinerja, dalam hal ini Kyai mampu meminimalisir konflik kepentingan sehingga individu memiliki kinerja yang maksimal; (3) revitalisasi sarana prasarana, dalam hal ini memaksimalkan potensi guru dalam peningkatan teknologi, terlihat dari perkembangan informasi pesantren dan multimedia pesantren; dan (4) pengembangan jaringan eksternal berbasis kemitraan, dalam hal ini pimpinan berkecimpung dalam organisasi kemasyarakatan dan forum pesantren modern.

Pesantren dengan konsep modern terbukti dalam melakukan kaderisasi kepemimpinan, organisasi dan Gaya kepemimpinan partisipatif berorientasi dalam pembentukan budaya yang positif.

Semoga Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago ditahun ke 9 ini bisa terus tumbuh berkembang dan bermanfaat bersama sama. Amiiin Allahumma Amiiin

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *