SMPIT Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Potensi Anak melalui Tes PRIMAGEN Bersama Dr. Awaluddin Faj, M.Pd.

SMPIT Insan Kamil Cikarang Gelar Parenting Potensi Anak melalui Tes PRIMAGEN Bersama Dr. Awaluddin Faj, M.Pd.

Rate this post

Cikarang, Kabupaten Bekasi – Memahami minat, bakat, dan potensi anak merupakan salah satu langkah penting dalam mendampingi tumbuh kembang mereka, terutama pada usia remaja. Setiap anak memiliki karakteristik, kemampuan, dan cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua dan lembaga pendidikan perlu bekerja sama untuk mengenali keunikan tersebut agar anak dapat berkembang secara optimal, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan peserta didik, SMPIT Insan Kamil Cikarang menggelar kegiatan parenting bertema “Membaca Hasil Potensi Anak melalui Tes PRIMAGEN” pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Awaluddin Faj, M.Pd., alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, praktisi minat dan bakat, serta konsultan pendidikan nasional.

Kegiatan parenting tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakter, minat, bakat, dan potensi peserta didik. Melalui pemanfaatan Tes PRIMAGEN, orang tua diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas dalam mendampingi anak, menentukan pola asuh yang tepat, serta mendukung proses pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing individu.

Bertempat di lingkungan SMPIT Insan Kamil, Jalan Ciherang Timur 7 No. BB7, Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara pihak sekolah, orang tua, dan praktisi pendidikan mengenai pentingnya pemetaan potensi anak sejak dini.

Pentingnya Mengenali Potensi Anak Sejak Dini

Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik atau peringkat di kelas. Kemampuan memahami diri sendiri, mengenali minat, mengembangkan bakat, serta memiliki motivasi belajar yang baik juga menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan anak.

Setiap anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Ada anak yang memiliki kemampuan menonjol dalam bidang logika dan angka, ada yang lebih mudah memahami informasi melalui bahasa dan cerita, sementara anak lainnya memiliki keunggulan dalam aktivitas fisik, kreativitas, hubungan sosial, atau kemampuan memahami lingkungan sekitarnya.

Perbedaan tersebut merupakan bagian alami dari perkembangan manusia. Sayangnya, dalam praktik pengasuhan dan pendidikan sehari-hari, perbedaan karakteristik anak terkadang belum sepenuhnya dipahami.

Tidak sedikit orang tua yang membandingkan kemampuan anak dengan saudara, teman sebaya, atau standar prestasi tertentu. Padahal, setiap anak memiliki proses perkembangan yang berbeda. Ketika anak terus-menerus diarahkan pada bidang yang kurang sesuai dengan kecenderungan dirinya, proses belajar dapat terasa berat dan motivasi pun berpotensi menurun.

Sebaliknya, ketika minat dan potensi anak dikenali dengan baik, orang tua dan guru memiliki kesempatan lebih besar untuk memberikan dukungan yang sesuai.

Hal inilah yang menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan parenting di SMPIT Insan Kamil Cikarang. Orang tua perlu memahami bahwa mendampingi anak bukan sekadar memastikan mereka memperoleh nilai yang baik, tetapi juga membantu mereka mengenali kelebihan, memahami tantangan, serta menemukan cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Melalui pemahaman tersebut, proses pendidikan diharapkan menjadi lebih bermakna. Anak tidak hanya belajar untuk memenuhi tuntutan sekolah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan memiliki arah pengembangan diri yang jelas.

Dr. Awaluddin Faj: Setiap Anak Memiliki Bakat dan Potensi yang Unik

Dalam pemaparannya, Dr. Awaluddin Faj, M.Pd. menekankan bahwa setiap anak memiliki bakat dan potensi yang unik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap minat dan bakat perlu dibangun sejak awal agar anak dapat menjalani proses belajar dengan lebih gembira, fokus, dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih prestasi terbaiknya.

Menurutnya, mengenali potensi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga bagian penting dari peran orang tua dalam keluarga.

Orang tua merupakan pihak yang mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menyaksikan kebiasaan, respons emosional, ketertarikan, serta perubahan perilaku anak dari waktu ke waktu. Namun, pengamatan sehari-hari tersebut perlu dilengkapi dengan pemahaman yang lebih terstruktur agar orang tua tidak hanya mengandalkan asumsi dalam menilai kemampuan anak.

Dalam konteks ini, pemetaan potensi dapat membantu memberikan sudut pandang yang lebih luas. Orang tua dapat memperoleh gambaran mengenai kecenderungan kemampuan anak, cara belajar yang mungkin lebih sesuai, serta bidang yang dapat dieksplorasi untuk mendukung perkembangannya.

Dr. Awaluddin menjelaskan bahwa memahami hasil pemetaan potensi perlu diikuti dengan tindakan nyata. Hasil tes sebaiknya tidak berhenti sebagai dokumen atau sekadar informasi yang dibaca sesaat. Sebaliknya, hasil tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pendidikan, membangun komunikasi yang positif, dan mendampingi anak dalam menentukan tujuan masa depannya.

Dengan demikian, orang tua dapat menghindari pendekatan pengasuhan yang hanya berorientasi pada tuntutan. Anak perlu diberikan ruang untuk mengenali dirinya, mencoba berbagai pengalaman, belajar dari kesalahan, serta mengembangkan kemampuan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Pendekatan tersebut juga membantu orang tua memahami bahwa potensi tidak selalu langsung terlihat melalui prestasi akademik. Ada kemampuan lain yang perlu dikenali, dikembangkan, dan diberikan kesempatan untuk tumbuh.

Parenting sebagai Sarana Membangun Sinergi Orang Tua dan Sekolah

Kegiatan parenting merupakan bagian penting dari upaya membangun hubungan yang sehat antara keluarga dan lembaga pendidikan. Dalam proses tumbuh kembang anak, sekolah dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi.

Sekolah menyediakan lingkungan pembelajaran, program pendidikan, pendampingan guru, serta pengalaman sosial yang membantu perkembangan peserta didik. Sementara itu, keluarga menjadi lingkungan utama bagi anak untuk memperoleh kasih sayang, perlindungan, pembiasaan nilai, dan dukungan emosional.

Ketika kedua lingkungan tersebut memiliki pemahaman yang sejalan, proses pendampingan anak dapat berjalan lebih konsisten.

Sebaliknya, apabila pendekatan yang diterapkan di rumah berbeda jauh dengan pendekatan di sekolah, anak berpotensi mengalami kebingungan dalam memahami harapan dan tanggung jawabnya. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan guru perlu dibangun secara terbuka dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan parenting di SMPIT Insan Kamil Cikarang, orang tua memperoleh kesempatan untuk memahami perkembangan anak dari perspektif yang lebih luas. Tidak hanya mengenai pencapaian akademik, tetapi juga karakter, motivasi, kebiasaan belajar, serta potensi yang dapat dikembangkan.

Pengenalan terhadap potensi anak juga dapat membantu orang tua memberikan respons yang lebih tepat ketika anak menghadapi kesulitan. Misalnya, ketika anak mengalami hambatan dalam memahami pelajaran, orang tua tidak langsung menganggap anak kurang mampu. Mereka dapat terlebih dahulu mengevaluasi pendekatan belajar, kondisi emosional, motivasi, serta faktor lain yang mungkin memengaruhi proses pembelajaran.

Demikian pula ketika anak memiliki ketertarikan kuat pada bidang tertentu, orang tua dapat mendiskusikan peluang pengembangan yang relevan bersama guru.

Melalui sinergi tersebut, sekolah dan keluarga tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat menyusun pendekatan pendampingan yang lebih terarah demi mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

Kepala SMPIT Insan Kamil Cikarang Apresiasi Tes PRIMAGEN

Kepala SMPIT Insan Kamil Cikarang, Bapak Irfan Fahrizal, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan parenting ini sangat bermanfaat dalam membangun kesamaan pemahaman antara orang tua dan lembaga pendidikan, khususnya dalam pemetaan minat, bakat, dan potensi anak.

Menurutnya, keselarasan pemahaman tersebut penting agar proses pendampingan peserta didik dapat dilakukan secara lebih terarah. Sekolah membutuhkan informasi yang dapat membantu guru memahami karakteristik siswa, sedangkan orang tua membutuhkan wawasan untuk menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan anak di rumah.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap hasil Tes PRIMAGEN yang telah diperoleh oleh guru maupun siswa.

Alhamdulillah, setelah hasil tes PRIMAGEN keluar, pihak sekolah melihat banyak kecocokan antara hasil pemetaan dengan karakteristik yang selama ini diamati. Hasil tersebut dinilai memberikan gambaran yang detail dan berbeda dari tes-tes yang sebelumnya pernah dilakukan di sekolah.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya melakukan pemetaan potensi dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan diskusi bagi guru dan orang tua untuk memahami peserta didik dari berbagai sisi.

Dalam pandangannya, Tes PRIMAGEN memiliki manfaat bagi dunia pendidikan karena memberikan gambaran mengenai berbagai aspek individu, termasuk potensi diri, minat dan bakat, kecerdasan, gaya kerja, gaya belajar, kemampuan alami, serta motivasi.

Informasi tersebut dapat membantu sekolah mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Sebagai contoh, guru dapat mengevaluasi apakah strategi pembelajaran yang digunakan selama ini sudah memberikan kesempatan kepada siswa dengan karakteristik yang beragam untuk memahami materi secara optimal. Guru juga dapat mengembangkan variasi kegiatan belajar agar siswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.

Bagi orang tua, hasil pemetaan dapat menjadi bahan refleksi untuk memahami kebiasaan belajar anak, cara berkomunikasi, serta bentuk dukungan yang dapat diberikan di rumah.

Dengan demikian, pemetaan potensi tidak hanya bermanfaat bagi siswa secara individual, tetapi juga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan program pendidikan di sekolah.

Mengenal Tes PRIMAGEN dan Manfaatnya dalam Pemetaan Potensi Anak

Tes PRIMAGEN merupakan salah satu instrumen pemetaan potensi yang digunakan untuk membantu individu mengenali berbagai aspek dalam dirinya. Dalam kegiatan parenting di SMPIT Insan Kamil Cikarang, pemanfaatan PRIMAGEN menjadi bagian dari upaya mempertemukan informasi mengenai potensi siswa dengan kebutuhan pendampingan di rumah dan sekolah.

Pemetaan ini mencakup sejumlah aspek yang dapat membantu memberikan gambaran lebih luas mengenai karakteristik individu, seperti potensi kecerdasan, minat dan bakat, kecerdasan majemuk, gaya kerja, gaya belajar, kemampuan alami, serta motivasi.

Setiap aspek memiliki kegunaan tersendiri dalam mendukung proses pengembangan diri. Namun, hasil tes perlu dipahami secara proporsional dan digunakan bersama pengamatan, dialog, serta evaluasi perkembangan anak.

Berikut beberapa manfaat pemetaan potensi melalui PRIMAGEN dalam konteks pendidikan.

1. Memahami Potensi dan Kecenderungan Bakat Anak

Setiap anak memiliki kecenderungan kemampuan yang dapat berkembang melalui pengalaman, latihan, dan lingkungan yang mendukung. Pemetaan potensi dapat membantu orang tua dan sekolah mengenali bidang-bidang yang layak dieksplorasi lebih lanjut.

Misalnya, seorang siswa menunjukkan ketertarikan pada aktivitas yang melibatkan penalaran dan pemecahan masalah. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk memberikan kesempatan mengikuti kegiatan sains, matematika, teknologi, atau aktivitas lain yang relevan.

Sementara itu, anak yang memiliki ketertarikan pada bahasa dan komunikasi dapat diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan menulis, membaca, berbicara di depan umum, atau mengikuti kegiatan jurnalistik.

Penting dipahami bahwa kecenderungan potensi bukanlah batasan yang menentukan masa depan anak. Hasil pemetaan justru sebaiknya menjadi titik awal untuk mengeksplorasi kemampuan, bukan alasan untuk menutup kesempatan anak mempelajari bidang lain.

Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat mengenali kelebihan dirinya sekaligus tetap memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang belum menonjol.

2. Membantu Menemukan Gaya Belajar yang Lebih Efektif

Setiap siswa dapat memiliki preferensi dan kebutuhan yang berbeda ketika mempelajari sesuatu. Ada yang terbantu dengan penjelasan lisan, ada yang lebih mudah memahami materi melalui contoh visual, sementara yang lain membutuhkan praktik langsung atau latihan bertahap.

Memahami kecenderungan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang pengalaman belajar yang lebih bervariasi.

Bagi guru SMPIT Insan Kamil Cikarang, informasi mengenai gaya belajar dapat digunakan untuk mengevaluasi pendekatan pembelajaran yang diterapkan di kelas. Guru dapat mengombinasikan penjelasan, diskusi, demonstrasi, latihan, dan kegiatan praktik sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Orang tua pun dapat menerapkan pendekatan serupa ketika mendampingi anak belajar di rumah.

Sebagai contoh, ketika anak kesulitan memahami materi tertentu, orang tua dapat mencoba menggunakan ilustrasi, contoh konkret, latihan soal, atau diskusi untuk menemukan pendekatan yang lebih membantu.

Meski demikian, gaya belajar tidak seharusnya dipahami sebagai label permanen. Anak tetap perlu memperoleh pengalaman belajar yang beragam karena setiap materi dapat membutuhkan strategi yang berbeda.

Tujuan utamanya adalah membantu anak memahami materi dengan baik, membangun kebiasaan belajar yang positif, dan mengembangkan kemandirian dalam belajar.

3. Menjadi Bahan Pertimbangan dalam Memilih Sekolah Lanjutan

Bagi siswa SMP, persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya merupakan salah satu keputusan penting yang perlu dipertimbangkan sejak dini.

Pilihan sekolah lanjutan dan program pendidikan dapat memengaruhi pengalaman belajar, lingkungan pergaulan, serta kesempatan pengembangan diri siswa. Karena itu, keputusan tersebut sebaiknya tidak hanya didasarkan pada pilihan teman, keinginan sesaat, atau harapan orang tua.

Pemetaan minat dan potensi dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk membantu siswa mengenali bidang yang menarik bagi dirinya.

Misalnya, siswa yang tertarik pada sains dan pemecahan masalah dapat mengeksplorasi program pendidikan yang memberikan ruang pengembangan pada bidang tersebut. Siswa yang tertarik pada bahasa, ilmu sosial, teknologi, atau pendidikan keagamaan juga dapat mempertimbangkan pilihan yang sesuai dengan minat dan tujuan pendidikannya.

Dalam proses ini, orang tua dan guru perlu mendampingi siswa dengan memberikan informasi mengenai berbagai pilihan yang tersedia.

Keputusan akhir tetap perlu mempertimbangkan kemampuan akademik, minat yang terus berkembang, kondisi keluarga, kualitas sekolah, persyaratan penerimaan, dan cita-cita siswa.

Dengan pendampingan yang tepat, siswa diharapkan dapat mengambil keputusan pendidikan secara lebih matang dan bertanggung jawab.

4. Menyusun Gambaran Pengembangan Karier Jangka Panjang

Mengenali potensi sejak bangku SMP dapat membantu siswa mulai memikirkan berbagai kemungkinan masa depan. Pada usia remaja, anak perlu diberikan kesempatan untuk mengenal beragam profesi, memahami keterampilan yang dibutuhkan, dan mengeksplorasi bidang yang menarik bagi dirinya.

Pemetaan potensi dapat menjadi salah satu bahan awal untuk menyusun rencana pengembangan diri.

Namun, perencanaan karier tidak berarti siswa harus menetapkan satu pekerjaan secara permanen sejak usia dini. Minat, pengalaman, kemampuan, dan cita-cita seseorang dapat berubah seiring waktu.

Karena itu, yang lebih penting adalah membantu anak membangun kesadaran diri, keberanian mencoba, kemampuan mengambil keputusan, dan kesiapan mengembangkan keterampilan baru.

Sekolah dapat mendukung proses tersebut melalui kegiatan pengenalan profesi, kunjungan edukatif, proyek pembelajaran, pelatihan keterampilan, serta program pengembangan karier.

Orang tua juga dapat berperan dengan mengajak anak berdiskusi mengenai cita-cita, memberikan kesempatan mencoba kegiatan baru, dan menghargai proses belajar yang dijalani.

Dengan demikian, pemetaan potensi menjadi salah satu langkah awal untuk membangun arah pengembangan diri yang lebih terencana.

5. Mengoptimalkan Pola Asuh dan Komunikasi Orang Tua

Salah satu manfaat penting dari pemetaan potensi adalah membantu orang tua memahami anak dari perspektif yang lebih luas.

Tidak semua anak merespons nasihat, arahan, dan bentuk motivasi dengan cara yang sama. Ada anak yang merasa terbantu ketika diberikan penjelasan terperinci, sementara anak lain lebih mudah memahami arahan melalui contoh nyata dan percakapan yang sederhana.

Pemahaman terhadap karakteristik tersebut dapat membantu orang tua memilih cara berkomunikasi yang lebih efektif.

Sebagai contoh, ketika anak memperoleh nilai yang kurang memuaskan, orang tua dapat mengajaknya mengevaluasi kesulitan yang dihadapi daripada langsung memberikan hukuman atau membandingkannya dengan anak lain.

Ketika anak menunjukkan ketertarikan pada bidang tertentu, orang tua dapat memberikan dukungan dengan menyediakan kesempatan belajar, fasilitas yang sesuai kemampuan keluarga, atau akses terhadap kegiatan pengembangan diri.

Pola asuh yang baik juga perlu memberikan keseimbangan antara dukungan dan tanggung jawab. Anak tetap perlu belajar disiplin, menghargai waktu, menyelesaikan tugas, serta memahami konsekuensi dari pilihan yang diambil.

Dengan komunikasi yang terbuka dan dukungan yang konsisten, rumah dapat menjadi lingkungan yang membantu anak tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri.

Mengapa Pemetaan Potensi Penting bagi SMPIT Insan Kamil Cikarang?

Sebagai lembaga pendidikan, SMPIT Insan Kamil Cikarang memiliki peran penting dalam mendampingi siswa pada masa remaja. Fase ini merupakan periode ketika anak mulai mengembangkan identitas diri, membangun kemandirian, memperluas hubungan sosial, serta memikirkan masa depan pendidikannya.

Pada tahap tersebut, siswa membutuhkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan karakter, motivasi, dan kemampuan mengenali diri sendiri.

Pemetaan potensi melalui Tes PRIMAGEN dapat menjadi salah satu bahan pendukung bagi sekolah dalam memahami kebutuhan peserta didik.

Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk memperkaya diskusi antara guru, orang tua, dan siswa. Hasilnya juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang kegiatan pengembangan diri, memberikan pendampingan belajar, serta mengeksplorasi pilihan pendidikan lanjutan.

Bagi guru, pemahaman terhadap karakteristik siswa membantu membangun pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan belajar yang beragam.

Bagi orang tua, hasil pemetaan dapat menjadi referensi untuk mendampingi anak di rumah dengan lebih terarah.

Sementara itu, bagi siswa, proses mengenali potensi diri dapat membantu membangun kepercayaan diri dan pemahaman bahwa setiap individu memiliki keunikan yang dapat dikembangkan.

Meski demikian, keberhasilan program pemetaan potensi tidak hanya bergantung pada instrumen tes. Manfaatnya akan lebih optimal apabila hasilnya ditindaklanjuti melalui pendampingan, evaluasi, komunikasi yang terbuka, serta kesempatan nyata bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan.

Karena itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

PRIMAGEN sebagai Langkah Nyata Mendukung Masa Depan Anak

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Awaluddin Faj, M.Pd. menegaskan pentingnya menjadikan pemetaan potensi sebagai langkah konkret dalam mendampingi perkembangan anak.

Menurutnya, Tes PRIMAGEN bukan sekadar formalitas, melainkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk merancang strategi belajar, mengeksplorasi pilihan sekolah lanjutan, serta menyusun rencana pengembangan pendidikan dan karier.

Melalui informasi yang diperoleh, orang tua dan sekolah memiliki kesempatan untuk mendiskusikan kebutuhan anak secara lebih terarah.

Namun, hasil tes tetap perlu dibaca secara menyeluruh dan tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan masa depan siswa. Interpretasi hasil perlu mempertimbangkan konteks perkembangan anak, pengalaman belajar, pengamatan guru, masukan orang tua, serta minat yang disampaikan oleh anak itu sendiri.

Pendekatan ini penting agar anak tidak merasa dibatasi oleh hasil pemetaan tertentu. Sebaliknya, mereka perlu didorong untuk terus belajar, mencoba berbagai pengalaman, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Pada akhirnya, tujuan pemetaan potensi bukan sekadar menemukan bidang yang dianggap paling sesuai, tetapi membantu anak memahami dirinya dan mengambil langkah pengembangan diri secara lebih sadar.

Setiap anak memiliki peluang untuk berkembang. Tugas orang tua dan pendidik adalah menyediakan lingkungan yang mendukung, memberikan arahan yang tepat, serta membantu anak menemukan jalan terbaik untuk meraih prestasinya.

Menyiapkan Generasi Rabbani yang Mengenal Potensi Diri

Kegiatan parenting di SMPIT Insan Kamil Cikarang menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan proses kolaboratif yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Sekolah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga. Begitu pula orang tua membutuhkan komunikasi dan kerja sama dengan guru agar pendampingan anak dapat berjalan secara konsisten.

Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap minat, bakat, dan potensi anak, diharapkan terbangun pola pengasuhan dan pembelajaran yang semakin sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dengan nilai-nilai yang baik, membangun karakter yang kuat, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Bagi SMPIT Insan Kamil Cikarang, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Sementara itu, kehadiran PRIMAGEN memberikan ruang bagi orang tua dan lembaga pendidikan untuk memulai percakapan yang lebih terarah mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan anak.

Harapannya, setiap siswa dapat tumbuh menjadi generasi Rabbani yang berkarakter, mengenal potensi dirinya, memiliki semangat belajar, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Setiap anak memiliki potensi hebat. Tugas kita bukan menyeragamkan mereka, melainkan membantu setiap anak menemukan dan mengembangkan kemampuan terbaiknya.

PRIMAGO Consulting: Sahabat Perjuangan Lembaga Pendidikan Islam

PRIMAGO Consulting hadir sebagai sahabat perjuangan bagi lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan kualitas pendidikan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun sistem pendidikan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui program pemetaan minat dan bakat PRIMAGEN, lembaga pendidikan dapat memperoleh bahan pendukung untuk memahami potensi peserta didik dan merancang program pengembangan diri yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

Program ini dapat menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat layanan pendampingan peserta didik, mengembangkan program pengenalan karier, serta membangun kolaborasi yang lebih baik antara guru dan orang tua.

Bagi pimpinan yayasan, pimpinan pesantren, kepala sekolah, maupun pengelola lembaga pendidikan yang ingin menyelenggarakan Tes Minat Bakat PRIMAGEN atau mengembangkan program Career Center di lembaganya, PRIMAGO Consulting siap menjadi mitra diskusi untuk mengeksplorasi kebutuhan dan alternatif program yang relevan.

Mari kenali potensi anak lebih awal, dampingi perkembangannya dengan tepat, dan siapkan masa depan pendidikan yang lebih terarah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Tes Minat Bakat PRIMAGEN, program Career Center, dan layanan pendampingan pendidikan lainnya, silakan menghubungi PRIMAGO Consulting melalui WhatsApp:

WhatsApp PRIMAGO Consulting: 0895323003088

PRIMAGO Consulting — Sahabat Perjuangan di Lembaga Pendidikan Islam.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *